Ekosistem Karst Gunungsewu   1 comment

Apa itu karst? Banyak ahli mengungkapkan bahwa karst berasal dari bahasa Slovenia yang berarti kapur atau materi yang rapuh. Ada juga yang mengungkapkan bahwa karst merupakan suatu bentang lahan yang batuannya banyak mengandung kalsium (Ca) atau magnesium (Mg). Lalu sebenarnya apa definisi sebenarnya dari karst.

Saya memiliki pendapat bahwa karst adalah suatu kawasan yang terbentuk dari endapan jasad laut terutama Porifera dan Coelenterata. Endapan tersebut menumpuk kemudian terangkat ke permukaan membentuk suatu bentang lahan. Bentang lahan tersebut kemudian mengalami perubahan bentuk sebagai akibat dari dinamika permukaan seperti erosi.

Sebenarnya kekhasan dari karst telah terlihat dari prosesnya yang membutuhkan waktu ribuan tahun. Apakah mungkin ada suatu proses yang dapat membentuk karst tanpa mengendapkan organisme laut dan proses pengangkatan? Apakah hal itu mungkin…??? Lalu bagaimana mereklamasi atau merekondisinya? Apakah hal itu mungkin? (ada beberapa investor yang berkata dapat mereklamasi dan merekondisi karst)

Saya tidak akan membahas apa itu karst secara geologi atau geomorfologi. Akan tetapi di sini saya akan membahas kawasan karst secara ekologis. Memandang karst sebagai suatu ekosistem dengan ciri khas tertentu membentuk suatu ekologi yang spesifik. Secara ekosistem, karst dibagi menjadi dua bagian agar lebih mudah, yaitu eksokarst yang merupakan ekosistem luar dan endokarst yang meupakan ekosistem bawah tanah.

Eksokarst cukup menarik karena dengan kandungan kalsium yang tinggi serta tanah permukaan yang rendah akan kandungan air, akan membentuk suatu ekosistem yang khas. Kekhasan eksokarst akan lebih nampak apabila tumbuhan karst asli dapat kita lihat. Sayangnya, kita hanya dapat mendengar ceritanya saja atau membaca kisahnya dari Whitten memalui bukunya ekologi Jawa-Bali. Saat ini, hanya Ficus spp. yang dapat saya prediksikan merupakan tumbuhan asli karst.

Endokarst merupakan ekosistem bawah tanah yang terbentuk dari aktivitas air membentuk suatu sistem hidrologi. Hasilnya berupa sungai bawah tanah dan gua. Secara ekologis, ekosistem endokarst dibagi menjadi tiga bagian berdasarkan kondisi cahayanya. Zona terang (Bright zone) yang merupakan bagian gua yang masih terkena cahaya matahari secara langsung, zona remang-remang (twilight zone) yang merupakan bagian gua yang sumber cahayanya hanya berupa pantulan dari sinar matahari. Yang terakhir adalah zona gelap (dark zone) dimana tidak ada lagi cahaya (0 lux).

Menurut Moore and Sullivan, oganisme endokarst terbagi dalam tiga kelompok. Yang pertama adalah kelompok yang hanya menjadi ‘tamu’ di gua (Trogloxene/stigoxene), seperti ular atau mammal yang tersesat di dalam gua atau ikan yang ikut arus air sungai. Kelompok kedua adalah kelompok yang ‘menyukai’ gua, sehingga menjadikan gau sebagai tempat singgah (troglophile/stigophile), seperti kelelawar yang menjadikan gua sebagai tempat singgah di siang hari. Yang ketiga adalah organisme yang seluruh siklus hidupnya berada di dalam gua (troglobit/stigobit). Ada yang dapat memberikan tambahan, masukan, kritik, dan saran?

Posted February 9, 2011 by eddyguano in Ekosistem

One response to “Ekosistem Karst Gunungsewu

Subscribe to comments with RSS.

  1. Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: