Gua: Ekosistem Unik di Karst   Leave a comment

Sudah cukup banyak orang yang tahu apa itu gua. Benar, gua adalah lorong bawah tanah dengan syarat dapat dimasuki oleh manusia. Gua yang ada tidak hanya gua horizontal, tapi juga vertical yang sering disebut dengan gua sumuran atau luweng. Gua di karst merupakan hasil dari pelarutan batuan oleh air. Sebagian besar gua di karst berbentuk lorong karena merpakan hasil aktivitas air yang membentuk sungai bawah tanah.

Gua tdak hanya memiliki stalagtit dan stalagmit saja, namun berbagai bentukan ornament, berdasarkan pembentukannya terbagi dalam tiga kelompok, yaitu ornament yang terbentuk oleh tetesan air (dripstone), ornament yang terbentuk karena aliran (flowstone), dan ornament yang terbentuk karena pergerakan air dalam jumlah sedikit (rimstone). Untuk lebih lanjut mengenai ornament bias hubungi kami dan tidak dibahas dalam artikel ini karena kurang relevan dengan contain blog ini.

Di dalam gua tidak ada tumbuhan karena tidak ada cahaya di dalamnya. Kalaupun ada, itu hanya merupakan perkecambahan dari biji yang terbawa oleh aliran air sungai bawah tanah. Setelah cadangan makanan di lembaga habis, tumbuhan tersebut akan mati karena tidak dapat berfotosintesis.

Gua ini merupakan salah satu ekosistem yang menarik di karst. Selain ekosistem luar (eksokarst), gua yang merupakan ekosistem bawah tanah (endokarst) merupakan habitat bagi satwa yang menarik. Satwa yang teradaptasi di dalam gua pada umumnya tidak memiliki indera penglihatan. Hal ini terjadi karena di dalam gua organ tersebut tidak terpakai. Sebagai gantinya, satwa tersebut akan mengembangkanorgan lain seperti organ perabanya. Seperti pada amblipigy (photo 2)yang mengembangkan kaki depannya menjadi organ peraba yang sangat panjang. Ada pula satwa yang mengembangkan ekholokasi seperi burung wallet linchi (Collocalia linchi) dan gelombang suara seperti kelelawar (Chiroptera). Beberapa jenis satwa gua akan kita bahas di artikel lainnya karena memang cukup banyak dan memiliki daya tarik tersendiri pada tiap spesiesnya. Observasi yang kami lakukan hingga saat ini menemukan sekitar 20 jenis satwa gua. Hal ini belum seberapa karena Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia menemukan sekitar 40 jenis satwa gua di karst Gunungsewu.

Sayangnya banyak orang yang tidak menyadari akan keberadaan mereka karena sebagian besar satwa gua adalah serangga. Berdasarkan observasi yang pernah kami lakukan dan diskusi dengan teman-teman pegiat alam terbuka, diperoleh beberapa kasus yang cukup memperihatinkan. Salah satunya adalah hilangnya salah satu satwa karena semakin seringnya orang masuk gua dengan bahan bakar karbit karena gas metal yang dihasilkan dari sisa pembakaran (yang tidak terbakar) cukup mengganggu serangga ini. Dalam kurun waktu sekitar dua tahun, serangga ini sudah tidak kami jumpai di gua X. masih banyak kasus lainnya.

Dari uraian di atas, maka lebih baik kita mengenal terlebih dahulu gua yang akan kita masuki demi keberlangsungan satwa di dalamnya. Memang mereka hanya kecil tapi mereka juga berhak hidup karena memiliki nyawa. Penelitian seperti ini memang membutuhkan waktu yang cukup lama, jadi disarankan untuk berkonsultasi dengan pihak yang mengetahui terutama masyarakat sekitar. Karena masyarakat sekitar memiliki cara tersendiri dengan kearifan lokalnya. Hasil studi kami menunjukkan bahwa larangan masuk ke beberapa tempat karena dianggap angker pada kenyataannya sebagian besar gua tersebut memiliki nilai ekologi yang cukup tinggi. Seperti keberadaannya sebagai sumber air di kawasan yang terletak di bawahnya, adanya satwa endemic, dan lain-lain. Mari kita jaga alam kita dengan kepedulian kita pada hal-hal kecil karena dari hal-hal kecil itulah muncul sesuatu yang besar.

Salam lestari

Posted February 11, 2011 by eddyguano in Ekosistem

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: