Sowo Kembang, Ular Phyton Bermotif Unik   Leave a comment

Ular Sowo Kembang (Phyton reticulatus) merupakan salah satu ular anggota Boideae. Anggota dari jenis ini terkenal dengan ukuran dan kekuatan ototnya yang besar. Anggota kelompok ini tidak berbisa karena tidak memiliki kantung bisa yang aktif. Karena tidak berbisa, ular ini memiliki tipe gigi aglypha, yaitu tipe gigi tanpa taring bisa. Untuk ular Sowo Kembang, giginya berada di sepanjang rahang atas dan bawah, kecil-kecil, tajam, dan ujung mengarah ke dalam sehingga saat memangsa, selain untuk menahan, juga berfungsi untuk mendorong mangsa ke dalam. Seperti kita ketahui bersama, bahwa rahang bawah semua ular saling berlepasan (tidak menyatu secara permanen) serta otot tubuhnya sangat elastic sehingga dapat memakan mangsa hingga lebih dari tiga kali ukuran kepalanya. Ular ini bereproduksi dengan bertelur.

Ular ini memiliki ciri morfologi seperti yang terlihat pada gambar di atas yang fotonya saya ambil di tepi sungai Oya, Gunungkidul (silahkan dilihat, terlalu panjang untuk mendeskripsikannya). Ular ini pada umumnya memangsa mammal kecil seperti tikus. Di karst Gunungsewu, ular ini sangat umum dan sering ditemui terutama di sekitaran sungai. Dari deskripsi lokasinya, jelas bahwa ular ini akan lebih sering ditemui di sebelah utara karst Gunungsewu dimana sungai permukaan masih ada (bagian selatan didominasi dengan sungai bawah tanah). Akan tetapi kami beberapa kali menemukannya di bagian selatan karst Gunungsewu terutama di bawah pohon yang rindang, mata air, dan bahkan di pemukiman penduduk.

Ada beberapa fakta yang menarik. Di beberapa tempat, ular ini dianggap ‘mistis’ oleh penduduk sekitar. Seperti yang terjadi di beberapa mata air di Tepus dan beberapa daerah bagian selatan Wonosari. Di beberapa tempat, warga sekitar mendeskripsikan ular Sowo Kembang penunggu’belik’ (mata air) atau sungai yang di kepalanya terdapat mahkota dan berukuran sangat besar. Beberapa daerah menganggap kemunculannya sebagai pertanda baik seperti hasil panen melimpah. Ada juga yang menganggapnya tidak mistis namun mereka sangat menghormatinya, seperti yang terjadi di daerah Semin. Dahulu sebelum pohon besar di mata air ‘Klampok’ tumbang (tahun 2005), terdapat ular di dalam mata air tersebut. Ketikaorang melihatnya saat akan mengambil air, biasanya mereka tidak jadi mengambil air dan menunggunya keluar sambil memandikan ternak atau mencuci baju di aliran di bawahnya. Tidak ada yang membunuh atau memburunya. Bukan karena takut akan hal mistis tetapi mereka menghormati keberadaannya yang memang entah sejak kapan berada di sana, bahkan sebelum kakek saya lahir.

Namun sayangnya, ada juga yang memburunya. Entah untuk sekedar hobi, mencari nafkah, atau dikonsumsi. Beberapa kali saat observasi saya menemukan beberapa bangkainya di tepi sungai. Yang lebih miris lagi, di saya sempat menemukan banyak bangkai ular ini mati dibantai dan ditinggalkan begitu saja di tepi sungai. Sungguh suatu hal yang ironis ketika mengingat perannya di lingkungan. Tidak salah apabila di beberapa daerah di Ponjong menganggap kemunculannya sebagai jelmaan Dewi Sri (Dewi Kesuburan) karena perannya dalam memberantas hama tikus dapat berperan dalam peningkatan hasil panen padi di sana. Namun pada kenyataannya, hal itu tidak lagi dipandang sebagai hal yang penting. Banyak sekali kejadian memelihara ular dengan metode dan pendekatan yang salah, memperdagangkan satwa ini, menjadikan kulitnya sebagai bahan baku tas, softcase, dompet, dan lain-lain. Sebenarnya pemanfaatan tidak dilarang, namun dalam pemanfaatannya, keberadaan populasi dan perannya di lingkungan perlu diperhatikan demi keberlangsungannya. Apakah kesadaran kita menunggu hasil panen gagal karena merebaknya hama tikus sebagai akibat dari punahnya jenis ular seperti ular Sowo Kembang yang eksotik ini?

Posted February 11, 2011 by eddyguano in Fauna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: