Laba-Laba Penyamar: Musuh dalam Selimut   Leave a comment

Ketika melihat foto disamping, sebagian besar orang akan langsung mengatakan bahwa ‘itu adalah semut yang membawa telurnya’…Padahal sebenarnya itu adalah laba-laba yang menyamar sebagai semut dan mengambil telurnya untuk dimakan. Banyak yang tidak menyadari akan kehadiran jenis ini. Semut saja yang dirugikan tidak menyadari apalagi kita yang tidak dirugikan…

Laba-laba yang menyerupai semut ini masuk dalam Marga Myrmarachne. Tidak hanya semut merah saja yang ditirunya, hamper semua semut dapat ditirunya bahkan serangga lain. Perbedaan secara nyata terletak pada saat dia berjalan…sangat berbeda dengan semut-semut yang lain dan cenderung pasif saat bersama koloni semut yang ditirunya. Baru bergerak secara aktif (terlihat perbedaannya) saat memperoleh telur semut. Apabila kita jeli, akan sangat Nampak perbedaannya pada mata…hanya satu mata yang besar, namun di sekitarnya ada beberapa pasang mata majemuk yang kecil (lihat gambar…). Selain  itu, apabila kita jeli, akan Nampak bahwa antenna yang dimilikinya ‘bukanlah antenna yang sebenarnya’ namun merupakan diferensiasi dari kaki depannya. Sangat sulit memang untuk membedakannya dengan semut yang ditirunya…namun saat berlari akan kelihatan sangat berbeda. Bahkan apabila kita jeli kita dapat membedakan antara jantan dan betina (karena sangat berbeda).

Jenis ini umumnya terdapat di sekitar koloni semut dan biasanya menyendiri. Foto di atas diambil di koloni semut merah yang terdapat di rumpun bamboo dekat mulut (entrance) sebuah luweng di Gunungkidul. Di karst Gunungsewu sangat mudah menumpai laba-laba jenis ini karena terdapat hampir di semua koloni jenis semut. Bahkan koloni semut hitam yang sering ditemui di rumah-rumah pun jenis ini masih dapat ditemui. Dan tidak hanya di karst, di beberapa tempat saya menjumpainya, jadi spesies ini mungkin mudah beradaptasi…adakah di lingkungan sekitar tempat tinggal anda?

Ketika membaca artikel di atas pasti sebagian besar orang akan berpikir ‘membosankan’ atau ‘menarik’. Hanya sebagian kecil orang yang berpikir mengenai misteridi balik kemampuannya ini. Sebuah pertanyaan besar…’bagaimana mekanisme adaptasinya sehingga dapat meniru hingga sangat mirip?’ ‘Apakah jenis ini mampu mengontrol genetikanya?’ ‘Jika tidak, mekanisme seperti apa hingga laba-laba ini mampu meniru jenis-jenis semut bahkan serangga lain yang telurnya menjadi makanan utamanya?’ Bahkan di beberapa jurnal terkemuka (luar negeri), beberapa jenis laba-laba penyamar tidak hanya ‘meniru’ bentuknya (morfologi), namun juga dapat menghasilkan feromon (hormone penarik yang identik di tiap jenis serangga) yang ‘identik’ dengan serangga yang ditirunya… Sebuah misteri besar, adakah dari pembaca yang dapat menjelaskannya?

Posted February 16, 2011 by eddyguano in Fauna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: