Kepiting Gua…anomalikah…???   Leave a comment

Yah…inilah yang menjadi salah satu ikon Gunungsewu Research 2006 yang dilaksanakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Kepiting gua dengan nama ilmiah Karstama jacobsoni. Sangat menarik karena kepiting ini tidak lagi berwarna gelap namun berwarna putih dan bahkan transparan. Saya tidak terlalu ahli dalam hal kepiting, jadi yang tertarik pada kepiting ini dan menginginkan data yang lebih detail silahkan hubungi pihak yang lebih berkompeten.

Dalam blog ini, akan kita bahas mengenai keberadaannya di karst Gunungsewu. Banyak informasi yang belum dapat dibuktikan sehingga mungkin belum dapat kami share ke blog ini. Secara umum, kepiting gua dapat dijumpai di gua-gua di karst Gunungsewu. Namun ti dak semua gua…sebagian besar kami menemui jenis ini di gua-gua yang terdapat di karst Gunungsewu bagian selatan terutama yang memiliki system sungai / hidrologi yang aktif. Selain itu, umumnya kami menemukan di gua vertical (luweng)…dan untuk alasannya belum dapat kami hipotesiskan.

Entah dishaare atau belum oleh lembaga atau instansi lain, hasil observasi kami menunjukkan bahwa terdapat dua jenis kepiting gua, yaitu yang berbadan cenderung kotak (inilah yang disebut Karstama jacobsoni) dan kepiting yang cenderung badannya membulat (entah jenisnya apa). Keduanya sama-sama berbadan putih. Untuk capit dan kaki belum pernah kami analisa lebih lanjut karena sampel dalam kondisi hidup kemudian diawetkan belum pernah kami ambil. Hal ini karena kami menemukan jenis ini dalam satu gua hanya satu atau dua, jadi kami khawatir apabila diambil akan mengganggu ekosistem gua atau keberadaan kepiting jenis ini.

Tidak dapat dipungkiri bahwa badan yang putih merupakan akibat dari depigmentasi (penurunan jumlah pigmen tubuh) karena tidak pernah terpapar sinar matahari. Akan tetapi beberapa hasil observasi kami membuktikan bahwa beberapa sampel yang kami peroleh ternyata tidak ‘buta’ atau dengan kata lain mata masih fungsional. Padahal seharusnya apabila sudah lama dan teradaptasi di gua akan ‘buta’ seperti organism-organisme gua lainnya. Beberapa pertanyaan muncul…terutama yang berkaitan dengan pola adaptasi satwa di dalam gua…atau beberapa kepiting yang pernah kami temui merupakan ‘anomali? Ada yang bisa menjelaskan fenomena ini?

Posted February 17, 2011 by eddyguano in Fauna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: