Miliped / Centiped: Satwa gua berkaki banyak…   3 comments

 

Inilah satwa gua yang paling sering dan mudah ditemui di dalam gua selain jangkerik gua. Ketika dilihat, satwa ini sangat mirip dengan lipan atau kelabang, namun pada kenyataannya berukuran lebih kecil dan yang pasti tidak berbahaya seperti kelabang (tidak berbisa). Saya belum mengetahui nama ilmiah dari satwa ini. Satwa ini di karst Gunungsewu terdapat dua jenis (menurut saya…) berdasarkan perbedaan morfologinya. Ada yang satu ruas tubuh berkaki dua pasang (diplopoda) seperti pada gambar, dan satu ruas satu pasang kaki (Chilopoda) yang lebih sulit dijumpai di karst Gunungsewu.

Satwa ini bagi saya merupakan satwa ‘asli’ gua karena tubuhnya berwarna putih  yang merupakan akibat dari proses depigmentasi sebagai hasil dari proses adaptasi karena sudah lama hidup di dalam gua (secara turun-temurun / evolutif). Akan tetapi di luar gua saya belum pernah menjumpai satwa ini baik yang telah terdepigmentasi maupun belum terdepigmentasi (berwarna / gelap). Hipotesis sementara, spesies di luar gua telah punah atau sama sekali tidak ada sehingga jenis ini mungkin memang hanya ada di dalam tanah seperti gua. Sebagian besar (hampir semua yang kami temui), jenis ini memiliki bintik mata namun tidak fungsional (kemungkinan besar generasi terdahulunya mungkin pernah ada di luar gua). Akan tetapi arthropoda ini tidak mengembangkan antennanya sebagai pengganti indera penglihatannya. Belum ada penelitian lebih lanjut mengenai pengganti dari indera penglihatannya untuk dapat bertahan di dalam gua (mungkin penciuman atau apa ya…???).Yang pasti jenis ini tidak bersuara sama sekali.

Selama observasi, sangat sering kami menemukannya terutama di kotoran kelelawar (guano) atau di kotoran burung wallet.Kami belum mengetahui secara pasti makanan dari jenis ini…kotoran kelelawar / wallet atau serangga kecil yang memakan kotoran kelelawar/ wallet (Posisinya sebagai KOnsumen tingkat I atau konsumen tingkat II). Di sebagian besar gua kami menemukannya terutama yang memiliki koloni kelelawar atau wallet, terutama di gua yang kelembabannya tidak terlalu tinggi (maksudnya prosentase range di dalam gua karena ekosistem gua sangat lembab, dari 60 – 100 %, jadi spesies ini menyukai habitat dengan kelembaban sekitar 60 – 80 %). Jenis ini (terutama yang Diplopoda) hidup berkoloni…jumlah anggota koloninya sangat bergantung dengan keberadaan kotoran kelelawar / wallet. Akan tetapi pernah juga kami menjumpai kasus dimana kotoran kelelawar melimpah (sangat banyak), namun malah tidak ada jenis ini satu pun. Kemungkinan karena kadar ammonia / senyawa-N-nya terlalu tinggi (penguraian sangat mungkin dilakukan oleh bakteri).

Ada beberapa keanehan…pernah kami menemui jenis ini pada musim kemarau di endapan tanah di gua dengan system sungai yang aktif…setelah terjadi banjir, spesies ini tidak ada…beberapa bulan kemudian koloni ini kembali melimpah di tempat yang sama (keberadaannya sangat dipengaruhi keberadaan kotoran kelelawar / wallet). Ada juga gua yang tidak ada kemudian melimpah setelah beberapa waktu atau sebaliknya. Mengapa hal itu terjadi…??? Seperti kasus jingking (anakan kepiting) di karst Gunungsewu yang suatu saat sangat melimpah namun pada waktu tertentu menghilang tanpa jejak dan tidak satu pun ditemukan. Lalu selama mereka tidak ditemukan, di manakah mereka berada? Di suatu tempatkah…??? Dimana lokasi itu…???

Posted February 18, 2011 by eddyguano in Fauna

3 responses to “Miliped / Centiped: Satwa gua berkaki banyak…

Subscribe to comments with RSS.

  1. waw keren n unik bgt….nambah pengetahuan nich:)

    http://www.seemeagain.com
    indonesian dating site

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: