Bentet Kelabu (Penthet): The Most Favourite Bird in Karst   Leave a comment

Burung yang paling banyak dipelihara ini memiliki nama latin Lanius schach. Burung ini menarik untuk dipelihara karena perawatannya cukup mudah dan variasi suaranya cukup indah bahkan di beberapa tempat kicau burung ini dilombakan. Di pasar burung ini memiliki harga yang bervariasi tergantung umur dan kicauannya. Namun kita tidak akan membahas mengenai komersialisasi burung ini. Di karst Gunungsewu, burung bentet kelabu ini lebih dikenal dengan nama penthet.  Burung ini berukuran sekitar 25 cm dengan ekor yang cukup panjang. Berwarna coklat, hitam, putih, dan abu-abu. Untuk komposisinya silahkan saksikan pada burung yang dipelihara tetangga anda atau saksikan di pasar burung terdekat (untuk wilayah Jawa burung ini menjadi salah satu burung favorit…bagaimana di wilayah anda…???). ciri khasnya adalah rambut panjang (kumis) pada pangkal paruhnya.

Burung ini memakan serangga (insectivorous) dan sangat suka memangsa kumbang dan belalang. Tidak hanya memangsa serangga di tanah, namun kadang jua menyambarnya pada saat serangga tersebut terbang. Burung ini umumnya dijumpai di daerah terbuka di pagi hari atau berada di puncak pohon terutama pohon jati atau pohon kering di pagi dan siang hari. Sangat jarang dijumpai di sore hari. Sarangnya tersusun atas daun kering terutama rumput. Satu sarang biasanya berisi dua hingga tiga ekor anakan. Siang hari biasanya induk tidak berada di sarang.

Di karst Gunungsewu burung ini tersebar hampir terdapat di seluruh bagian dari utara hingga selatan namun jumlahnya tidak terlalu banyak. Umumnya teramati sedang sendiri atau berpasangan. Sejak awal tahun 2000, burung ini mulai sulit dijumpai di alam. Sebelum tahun tersebut, sarangnya dapt kita temui dengan sangat mudah namun sejak maraknya pengambilan anakan dari sarang untuk dijual, keberadaan sarang burung ini mulai sulit dijumpai. Saya masih ingat dulu waktu kecil (sekitar umur 7 tahun) diajak ayah ke ladang dan suara burung ini sangat ramai dari induk hingga anakan yang berada di sarang. Namun saat ini jangankan burung, sarangnya saja tidak saya temukan lagi di ladang. Akankah burung ini suatu saat hanya dapat dijumpai di dalam sangkar?

Posted May 25, 2011 by eddyguano in Burung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: