Cucak Kutilang: Burung Favorit sekaligus Kosmopolit   2 comments

Burung kedua yang familiar dengan manusia setelah burung gereja. Namun untuk kepopulerannya melebihi burung gereja karena kicauannya yang merdu dan dapat meniru beberapa burung lain. Apabila teman-teman mengunjungi pasar yang menjual burung, pasti  teman-teman akan metemukan burung ini. Meski kepopulerannya tidak sebesar sekitar sepuluh tahun lalu, namun burung ini masih menjadi favorit untuk dipelihara karena suaranya merdu dan perawatannya mudah. Jadi secara distribusi burung ini dapat ditemui di pasar-pasar dan di rumah para pemelihara burung. Namun bukan itu yang akan kita bicarakan di sini.

Saya tidak akan mendeskripsikan burung ini secara detail karena selain dapat dilihat dari foto, teman-teman pasti sering melihat burung ini entah di alam bebas atau dipelihara. Burung yang kepopulerannya hampir menyamai Bentet Kelabu (Lanius schach) di komunitas penggemar burung ini saat ini lebih mudah ditemui daripada beberapa tahun lalu. Di Karst Gunungsewu, burung ini terdistribusi hampir di seluruh kawasan. Perjumpaan terbanyak terjadi di Karst Gunungsewu sebelah utara dan kawasan sebelah utara Karst Gunungsewu. Beberapa tahun lalu burung ini sempat sulit untuk dijumpai di karst Gunungsewu dan sekitarnya. Hal ini terjadi diperkirakan karena maraknya perburuan. Dan untuk saat ini sudah sedikit lebih mudah untuk dijumpai, mungkin karena kepopuleran burung ini sudah agak menurun.

Meski sering membaur dengan Merbah Cerukcuk (Picnonotus goaivier), di Karst Gunungsewu dan sekitarnya, burung kutilang (Picnonotus aurigaster) ini Nampak mengalami jumlah populasi yang naik-turun dan seolah Nampak bergantian dengan naik turunnya populasi Merbah cerukcuk. Ada saat dimana merbah cerukcuk lebih dominan (lebih banyak) namun kadang cucak kutilang terlihat lebih banyak. Kedua burung ini lebih sering dijumpai di hutan rakyat dan sekitar ladang warga yang memiliki pohon atau semak di tepi ladangnya. Di bagian selatan, cucak kutilang teramati lebih sering dan merbah cerukcuk lebih jarang teramati. Namun burung ini tidak terlihat di beberapa lokasi.

Akhir-akhir ini mulai marak lagi perburuan. Dan yang disayangkan perburuan ini hanya sekedar untuk senang-senang dan memang memilikibeberapa komunitas tersendiri. Perburuan dibahas di sini karena burung ini merupakan burung yang paling mudah untuk ditembak karena berukuran besar, tidak terlalu aktif, tidak terlalu ‘malu’ sehingga mudah dijumpai, dan keberadaannya mudah diketahui dari suaranya yang merdu. Semoga kejadian beberapa tahun lalu tidak terulang…

Posted May 25, 2011 by eddyguano in Burung

2 responses to “Cucak Kutilang: Burung Favorit sekaligus Kosmopolit

Subscribe to comments with RSS.

  1. tolong para pemburu burung kutilang mohon insyaf jangan kau buru terus burung indonesia,biar kan mereka merasakan kebebasan yg di berikan tuhan..

    • Betoel…setuju dengan kisanak…mari kita biarkan burung-burung itu terbang bebas…tidak hanya Kutilang, namun juga semua jenis burung karena mereka juga memiliki nyawa…mari kita hiasu alam ini dengan warna indah mereka dan kicauan merdu mereka…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: