Layang-layang batu: Akrobater Terbang   Leave a comment

Sekilas burung layang-layang batu (Hirundo tahitica) mirip dengan walet saat terbang. Selain burung ini memang sering teramati terbang bersama sekumpulan walet,  cara terbangnya juga mirip dengan wallet. Namun burung ini tidak terbang sepanjang hari seperti walet. Terbang dengan cepat dan jarang mengepakkan sayap serta sering melakukan maneuver-manuver akrobatik, itulah kebiasaan burung ini. Kerabat dekatnya yaitu layang-layang api (Hirundo rustica) adalah migrant dan dulu ketika di Yogyakarta, saya pernah mengamati dan keduanya memang sulit dibedakan saat bersampur. Perbedaannya hanya terdapat pada ekor burung layang-layang batu lebih pendek dan tidak terlalu menggarpu, tidak ada warna biru pada lehernya dan warna putih di dadanya terlihat lebih kotor (warna bulu putih sedikit kecoklatan).

Burung ini berwarna biru tua di bagian atas, bagian kepala berwarna merah agak oranye, bagian bawah berwarna putih yang terlihat kotor, bulu sayap bagian belakang dan ekor berwarna hitam.

Di karst Gunungsewu, burung ini terlihat di beberapa tempat namun lebih sering dijumpai di kawasan bagian selatan. Sering teramati di pagi hari hinggap bersama di pohon yang cukup tinggi dan terbang secara bergantian. Setelah agak siang semuanya terbang dan setelah itu lebih sering dijumpai secara soliter (satu individu). Sore lebih jarang dijumpai daripada pagi hari. Burung ini memang tidak semenarik kerabat dekatnya si layang-layang api namun  cukup menarik bagi pengamat yang menyukai akrobatik karena burung ini mampu menampilkan akrobatik yang cukup bagus.

Menurut Mackinnon, sarang burung ini berbentuk cangkir yang menempel di jembatan atau bangunan atau menggantung di bebatuan. Namun hingga saat ini kami belum menemukan dan menyaksikan sarang dari burung ini. Di tempat biasanya burung ini terlihat, jarang ada jembatan atau bangunan permanen yang besar. jadi dimungkinkan burung ini bersarang di bebatuan terutama tebing kapur yang memang menyediakan tempat gantungan atau cerukan.

Burung ini mampu memberikan warna lain bagi keanekaragaman burung di Karst…

Posted May 25, 2011 by eddyguano in Burung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: