Ular Paling Berbisa di Karst Gunungsewu dan di Dunia   Leave a comment

ketika berbicara tentang ular berbisa, kebanyakan orang pas ti berpikir tentang kobra dan viper. Padahal ada yang lebih berbisa dari keduanya bahkan dianggap sebagai ular paling berbisa di dunia. Ular apakah itu…???

Yups…itu adalah ular laut. Racunnya bersifa hemotoksin, yaitu racun yang menyerang darah (hemo: darah dan toxic: racun) seperti jenis racun yang dimiliki cobra dan teman-temannya namun berkali-kallipat konsentrasinya lebih tinggi. Ular laut sangat sulit dibedakan dengan sidat laut (eel) atau fauna laut yang memanjang lainnya. Untuk yang terdapat di pesisir Karst gunungsewu, ular ini kebanyakan masuk dalam genus Laticauda, berwarna hitam-putih seperti zebra cross…polanya mirip seperti ular welang/weling (Bungarus sp.) namun berukuran lebih kecil. Bedanya dengan ular biasa adalah ekornya yang memipih vertical seperti ekor ikan yang berfungsi untuk membantu manuver dan akselerasi saat berenang di laut.

Lantas, apakah ular laut bisa ke darat…??? Jangan salah, ular laut malah sebagian hidupnya berada di darat. Bahkan ular laut bertelur di darat. Saat musim berkembang biak umumnya mereka banyak ditemukan di darat terutama lereng yang bertebing atau dekat sungai. Di Karst Gunungsewu, jenis ini populasinya cukup banyak dan tersebar hampir di seluruh kawasan pantai selatan, tak terkecuali di pantai wisata Gunungkidul.

Serem kan…!!! Tapi tenang saja, meski sangat berbisa, ular ini cool dan tidak agresif koq. Ular ini memanfaatkan bisanya hanya untuk berburu agar buruannya tidak hilang setelah digigit. Selain itu, taringnya juga sangat pendek. Pengalaman, taringnya tidak dapat menembus celana panjang gunung atau cargo dan kaos kaki, tidak seperti cobra yang taringnya bisa menembus itu. Ketika  bertemu manusia, ular ini cenderung lari bahkan saat ditangkap ular ini juga tidak menggigit selama dipegang dengan halus (namun jangan dicoba kecuali yang ahli)…Yapi yang namanya hewan, apabila tersakiti entah sengaja atau tidak akan berontak dan agresif sebagai insting untuk bertahan diri, jadi berhati-hatilah saat melangkah di manapun juga, jangan sampai menginjaknya…

Jadi berhati-hatilah saat beraktivitas di alam bebas, tak terkecuali saat berwisata, jangan sampai kesenangan kita berakhir dengan petaka…namun juga jangan mudah membunuh satwa karena ketidakhadiran mereka akan berakibat pada tidak seimbangnya ekosistem kita dan berakibat buruk pada kehidupan kita…

Salam lestari

ImageImage

Posted September 19, 2012 by eddyguano in Fauna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: