Kelelawar Pemakan Serangga Terbesar   Leave a comment

Siapa yang tidak kenal kelelawar? Saling terkenalnya sebagai hewan malam hingga diidentikkan dengan makhluk penghisap darah seperti Dracula dan vampire. Namun adakah kelelawar penghisap darah di Karst Gunungsewu? jangan termakan gossip, jangankan di Karst Gunungsewu, di Indonesia saja jenis penghisap darah ini tidak ada…penghisap darah yang ada malah dari jenis cacing-cacingan seperti lintah dan pacet yang masuk ke kelompok Hirudinea. Namun sifatnya memang seperti dalam film Batman, hewan ini termasuk fauna yang aktif di malam hari (Nocturnal) dan biasanya bersembunyi di dalam gua (kecuali jenis-jenis tertentu yang biasanya hinggap di dahan pohon atau di lubang pohon).

Di Karst Gunungsewu terdapat puluhan jenis kelelawar baik yang merupakan kelelawar besar (Megachiroptera) yang umumnya pemakan buah alias Frugivorous dan kelelawar kecil (Microchiroptera) yang umumnya pemakan serangga alias Insectivorous. Namun ada juga yang pemakan nectar dan lain-lain. Sebagian besar jenis kelelawar masuk di dalam kelompok kelelawar kecil alias Microchiroptera. Jenis ini umumnya bersembunyi di dalam gua. Jadi sangat wajar jika Karst Gunungsewu yang memiliki banyak sekali gua memiliki banyak sekali jenis kelelawar.

Yang paling menarik bagi saya adalah keberadaan kelelawar kecil yang berukuran hampir sebesar kelelawar besar. Dia masuk ke dalam kelompok Microchiroptera karena morfologinya lebih dekat ke kelompok ini, seperti adanya daun hidung yang berupa lembaran (Lapet) maupun tegak (lanset) serta kemampuannya dalam berekholokasi seperti kebanyakan anggota Microchiroptera. Dari ukurannya, dapat dikatakan bahwa ini adalah kelelawar pemakan serangga paling besar.

Keberadaannya di Karst gunungsewu tidak sebanyak jenis lain yang se-genus (Hipposideros). Hingga saat ini, jenis ini hanya ditemukan di gua-gua di bagian tengah (Sekitaran Semanu) dan bagian selatan (Tepus dan sekitarnya). Populasi terbanyak berada di bagian selatan daripada bagian tengah. Namun dari pengamatan sementara, terdapat perbedaan pada kedua koloni, yaitu warna rambut dimana koloni di selatan berwarna lebih terang (cenderung kea rah warna coklat kemerahan) daripada koloni di bagian tengah yang cenderung lebih gelap (kea rah warna coklat tua). Jenis ini cukup peka terhadap perubahan dan gangguan. Jenis ini umumnya akan berpindah ke gua lain apabila merasa terganggu di gua yang menjadi roosting area atau tempat bertenggernya.

Lalu mengapa saya tertarik dengan kelelawar bahkan hingga ke konferensi Internasional…??? Jangan salah, di balik kengeriannya, kelelawar memiliki fungsi sangat penting di alam. Jangan harap bisa makan durian jika kelelawar punah karena merekalah yang berjasa menyerbuki bunga durian hingga jadi buah. Yang paling urgent alias penting menurut saya adalah keberadaan si pemakan serangga. Jenis ini mampu memakan ribuan serangga dalam satu malam. Bayangkan jika dalam satu koloni ada ratusan kelelawar…hal ini sangat diperlukan karena perkembangan populasi serangga sangat cepat. Bahkan jika kelelawar tidak ada, serangga-serangga ini akan cenderung jadi hama. Nah…inilah mengapa saya tertarik dengan kelelawar diadema ini…ukurannya beberaa kali lebih besar daripada kelelawar pemakan serangg lainnya jadi dia mampu memakan serangga beberapa kali lebih banyak daripada saudara-saudaranya. Di Australia telah dikembangkan metode pengembangan populasi kelelawar sebagai pengganti insektisida. Lalu bagaimana dengan Indonesia yang memiliki jenis-jenis menarik seperti ini…???

Sayangnya kelelawar tidak menjadi perhatian sehingga keberadaannya justru dibiarkan saja. Padahal dengan peran pentingnya, keberadaan jenis ini perlu untuk dilestarikan. Populasi kelelawar juga diperkirakan mengalami pengurangan karena faktor lingkungan dan maraknya wisata gua. Lalu bagaimana nanti nasib para petani? Akankah mereka mengalami gagal panen karena serangan hama sebagai akibat dari menurunnya jumlah populasi kelelawar di kawasan mereka…??? Hanya aksi kita yang bisa menjawabnya…

Salam lestari

Posted September 22, 2012 by eddyguano in Fauna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: